Ayah Merawatku dalam Imajiner


Ayah.... adalah cinta pertamaku dan sangat indah. Darinya aku sering mendengar cerita masa kecilnya di kampung dan keajaiban-keajaiban dia bisa tinggal di Jakarta, bersekolah, menjadi Pegawai Negeri Sipil, dan  mengajar di salah satu Perguruan Tinggi. Ayahku seorang yang humoris, tapi melankolis.... sering aku pergoki ayah menangis dalam sholatnya, pernah juga waktu sungkeman ke eyangku kala Idul Fitri. Melihat ayah menangis, hatiku selalu terasa sesak dan air mata sudah memenuhi mataku, tapi kutahan tidak menangis.

Dibandingkan ibuku yang tegas dan disiplin, ayah lebih 'longgar'. Aku boleh tidak tidur siang, main dari siang sampai magrib.... hahaha.... jajan di pinggir jalan, nongkrong di warung tempat abang-abang ojek minum kopi, ikut ke bengkel, dan kegiatan lainnya. Walaupun aku perempuan, aku sangat menikmati momen hang out bersama ayah, bagiku terasa lebih maskulin, meningkatkan percaya diri, dan membangkitkan keberanian. Kami sering jajan soda susu di warung perempatan Jl. Minangkabau dekat Manggarai, Jaksel. Soda susu adalah minuman pertama yang luar biasa nikmat tiada tara bagiku... keren... rasanya ramai, ada rasa manis yang pekat, segar, dan nuansa seperti semut menggelitik di tenggorokan. Aaaahh.... menakjubkan! belum pernah aku minum itu bersama yang lain. Aku juga melihat ayahku menikmati setiap adukannya dan seruputannya. Mengaduk susu kental didasarnya sedikit demi sedikit dan memberikannya air soda... wuuusssssss...sss..sss... Dia menegak soda susunya, air keluar dari hidungnya, dan dia menengadahkan kepala agar air tidak keluar lagi dari hidungnya, aneh bagiku, kulihat ayah biasa saja. Begitu terus ketika dia minum.

Ayahku mengajarkan tentang perjuangan dari cerita masa kecilnya, mengajarkan kesabaran, pengorbanan, dan sifat kebapakannya yang tak lekang dari ingatanku. Sedari aku kecil dia memberitahuku supaya jadi anak yang rajin sekolah. Dia selalu bilang semenjak dia SD selalu rangking 1. Dalam hatiku bilang betapa bangganya aku memiliki ayah yang seperti ayahku.

Kebiasaan yang sering dilakukan ayah di malam hari adalah  sholat disampingku sebelum tidur. Aku tiduran di kasur, ayah sholat di samping ranjangku. Kumelirik, melankolisnya keluar. Menangisnya selalu. Dari situ aku belajar jika sholat harus menangis. Subuh aku selalu minta dibuatkan susu buatan tangan ayah. Harus ayah, tidak mau yang lain, karena jika pagi hari ibuku harus selalu tidur disampingku sambil memelukku. Jadi biarkan ayah saja yang buat susu.

***

Akhir-akhir ini ayahku lebih sering di rumah, tidak kerja,  hanya pergi sekitar 3 jam dan balik ke rumah. Aku berpikir kesian sekali ibuku pergi bekerja sementara ayahku lebih banyak berada di rumah bersamaku. Tapi tak mengapa, justru bagus karena siang hari selalu ditemani ayah. Sebelum kami tidur siang, ayah selalu cerita, cerita tentang apa saja. Kali ini dia cerita tentang mimpinya. Dia mimpi bertemu dengan malaikat yang tinggi dan besar. Entah mengapa aku membayangkan seperti bayangan siluet hitam tinggi dan besar. Ketika malaikat datang kepadanya angin berhembus kencang dan dingin, ayah bergidik, ketakutan. Aku menasehati:

"Gak usah takut Yah, justru seneng donk didatangi malaikat. Itu artinya ayah orang baik."

Ayahku diam sesekali memperhatikan aku teman curhat ciliknya. Dan kami tidur berpelukan. Kulihat ayah mengusap kedua matanya. Sesak kurasa, kutahan airmataku. Aku melucu dengan cerita tidak jelas. Aku ingin selalu terlihat ceria di mata orang lain, terlebih mata di mata ayahku. Jujur, aku tak ingin melihatnya selalu mengeluarkan air mata. Seperti sudah kukatakan sebelumnya, teriris hatiku dan sesak napasku dibuatnya jika melihat air mata ayah.

***

Minggu ini ayah terlihat sibuk... bukan sibuk kerja seperti yang dilakukan ibuku melainkan sibuk ke dokter THT membersihkan telingga. Katanya biar pendengarannya bersih. Sibuk pula menguburkan kucingnya si Tongki yang mati. Tongki adalah kucing ayahku yang dirawat olehnya dari kecil sampai besar, entahlah sudah berapa tahun, kurang paham aku, yang jelas sudah lama kami punya Tongki, dari aku kecil. Aku juga tak tau penyebabnya kenapa Tongki mati, tapi aku juga sedih karena Tongki sudah menjadi bagian sehari-hari kami."Selamat tinggal Tongki..."

Ayah pergi ke tukang cukur untuk merapihkan rambutnya. Sepulang dari tukang cukur rapihlah rambutnya, bersih, terlihat segar. Seperti biasa siangnya kami tidur siang. Ayah bilang pengen ke makam bapak mertuanya di Wonogiri, yang mana adalah Eyang Kakung aku. Ayah juga bilang jika dia meninggal kelak makamnya tidak usah dikijing/dicor dengan batu seperti orang-orang Jawa kebanyakan. Ayahku ingin makamnya hanya undakan tanah yang diatasnya dikasih rumput saja. Aku bilang kenapa gak dikijing saja biar bagus. Kata ayah... nanti pada hari kiamat, tatkala Malaikat Israfil meniup Sangkakala, maka semua orang yang mati akan dibangunkan, dia tidak mau kepentok kijing makam, membuat susah keluar dari makamnya. Makanya dia ingin makamnya hanya tanah, rumput, dan nisan nama. Aku mengangguk, sepakat dengan perkataannya.

***

Aku sudah SMP... aku ingin punya banyak teman, ingin punya kekasih dan bisa haha hihi seperti teman-teman. Aku lihat teman-temaku acara kesana-sini. Tapi kenyataan lain, aku dari keluarga biasa-biasa saja, pergi-pulang sekolah naik mikrolet 34 jurusan Barkah-Kalibata, dan turun pas di depan sekolahku. Ingin sekali rasanya aku dijemput ayah ku pulang sekolah seperti temanku. Tapi kata ayahku, aku harus mandiri.

Sewaktu kelas 3 SD aku ke rumah sakit ayahku sendiri naik metromini. Aku bilang ke orang di rumah bahwa aku mau main kerumah teman. Aku pakai baju 'pergi' yang bagus bercorak tutul-tutul seperti macan tutul. Aku bawa tas kecil dan uang hasil menabung uang jajanku. Aku pakai sepatu sendal yang lagi hits  "Carvil". Aku nyebrang jalan raya dengan hati-hati, sabar menunggu kendaraan agak sepi. Lanjut aku naik Metromini 49 yang melewati RSCM. Aku bayar Metromini pakai uangku dan aku sampaikan kepada abang kondektur bahwa aku akan turun di RSCM. Sampai di RSCM aku turun dan menuju IRNA B dimana ayahku dirawat. Aku datang ke kamarnya, disana ada ibuku dan budeku, semuanya kaget melihat aku datang. Mereka bertanya kronologis kedatanganku dengan cemas, cuma ayahku yang senyum-senyum sambil berkata :
"hebat anak ayah sudah berani dan mandiri'
Senyum kemenangan kurasakan mengembang dari wajahku.

***

Aku 3 SMA diliputi perasaan campur aduk ingin melanjutkan kuliah. Apakah aku bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri dengan pesaing se-Indonesia. Aku belajar, ikut bimbel, ikut Try Out dimana-mana. Kata ayahku 
"ayah yang dari kampung aja bisa sekolah, kuliah, PNS. Kamu yang hidupnya jauh lebih enak harusnya bisa lebih hebat''

Aku tahajut memohon kelancaran cita-citaku masuk PTN karena untuk meringankan beban ibuku dalam menguliahkan aku. Sebenarnya ini alasan utamaku untuk masuk PTN., jurusan apa saja terserah.

***

Menurutku aku sudah dewasa, aku harus serius mencari pendamping hidupku. Karena selesai kuliah, aku harus cari kerja kemudian menikah, begitu titah ibuku. Aku sebal jika didikte soal jalan hidup dan jodoh. Tapi aku memang punya teman lelaki tapi belum terlalu dekat. Gayanya aneh tidak seperti anak muda yang ada dalam mind set ku. Dia yang bergaya seperti dosen, sifatnya kebapakan sekali, memakai celana bahan, kemeja rapih, bicaranya baku tidak seperti aku dan teman-temanku yang lain, senang berpidato, bisa menjadi imam sholat, bisa 'nukang' juga. Dan di senyumnya, aku lihat senyum ayahku.

***

Ayah, tidak lelahkah kau mengajariku kebaikan. Kau yang tak pernah ada saat ku beranjak dewasa, tapi kenapa kau melintas dipikiranku saat aku sedang lemah.  Kau yang tak pernah ada saat ku mencari pendamping hidupku, tapi kau jadi barometerku, supaya aku bisa mendapatkan suami yang bisa memperlakukan aku seperti yang kau lakukan. Ayah, kau yang tak pernah hadir dalam momen bahagiaku, bagi rapot, kenaikan kelas, kelulusan sekolah, masuk PTN, bahkan pernikahanku dengan temanku yang bergaya aneh itu..., tapi kenapa dalam sekelebatan otakku melukis wajahmu, dan aku tak mampu menahan air mataku lagi.

Ayah, andai saja aku masih remaja, akan ku buatkan untukmu masakanku sendiri. Ya sesimple itu... karena aku tau kau hobi kuliner, hobi makan... seperti dulu..., setiap kita hang out berdua atau bertiga bersama ibuku, pastilah tempat makan yang kita tuju. Dan aku paling ingat betul engkau minta dibuatkan jus alpukat buatanku sendiri, buatan tangan anak kelas 4 SD, umur 10 tahun. Sekarang, aku bersyukur karena mengabulkan permintaanmu kala itu. 

Malam itu kau meminta ijin ibuku untuk tidur sendiri di kamar. Aku penasaran dan mengintip ke dalam kamarmu, melihatmu bersimpuh memohon ampun pada Yang Kuasa. Entah berapa lama kau berlinang airmata aku tak tau, terlelap di kemalaman. Pagi harinya, kau senantiasa subuhan, lalu mandi, dan baca koran pagi. Teringat pagi itu jam 8, setelah kau rapih, kau masuk kamar untuk tiduran, dan tidurmu untuk selamanya, engkau pergi menghadap Illahi Robbi. Jumat, 1 Maret 1996.

***

Sekarang setelah dewasa, aku menemukan raport SD ayahku yang mana jauh api dari panggang. Jauh dari kata rangking 1, bahkan nilainya ada yang 'kebakaran'. Bukannya marah, ingin ketawa aku dibuatnya, ingin mengejek ayahku itu karena nilainya. Diam dan berpikir, aku merasakan maksut sebenarnya ayah adalah untuk memacuku jadi anak yang rajin belajar agar bisa berjaya sekolah dan kehidupan kelak. Dan, kala itu setiap air yang kau telan keluar lagi dari hidungmu itu karena kau sakit di bagian nasofarink mu. Kanker nasofarink. Aku juga paham bahwa dulu kau bukannya tidak bekerja. Kau sakit, jadi kau diijinkan cuti dari instansimu. Bahkan kau masih memberikan kami nafkah dari pensiunanmu.

Aku sudah merasakan manis dan getirnya hidup. Melihat orang-orang yang aku sayangi datang dan pergi selamanya. Aku tidak pernah berpaling. Ingatanku jelas, tetap setia melantunkan doa-doa untukmu ayah, tetap setia jadi anak yang selalu kagum padamu, selama 22 tahun ini. 

Andai saja aku tau semua yang kau lakukan diminggu terakhirmu adalah 'tanda-tanda' kepergianmu, aku akan berdoa pada Tuhan supaya kau diberi kesempatan hidup. Andai saja aku tau kau akan pergi selamanya...

Ayah, Hari Ayah Nasional jadi flashbackku untuk mengenangmu, memberikanmu lebih. Aku hadiahkan serangkaian doa yang indah, bukan... bukan..., separagraf-dua paragraf, aaah... bisa lebih kukira, doa indah untukmu ayah, lebih banyak dari biasanya tentunya, sebagai persembahan cintaku untukmu. Kaulah ayahku yang selalu membimbingku dalam ruang imajinerku.

Summa ila arwahi Endang Mursahid bin Surodiwiryo.... Alfateha
Allahummaghfirlii waliwalidayya warhamhumaa kamaa robbayaa nii shoghiiroo....

Kenangan masa kecilku bersama ayah dan ibu

Makam ayah sesuai dengan keinginanya ada rumput dan nisan




Bogor, November 2018


anakmu
Mak Mul

#UpdateMBC
#TOBPNovember

Hotel Seruni, Puncak

Ini kali kedua mamak ke Hotel Seruni di Puncak, Bogor... Seneng apa doyan?? dua-duanya... hehehe...  karena mamak tau view dari hotel ini luar biasa. View yang paling ditunggu yaitu setelah matahari tenggelam di garis cakrawala, cahaya lampu dari gedung-gedung mulai bersinar terang di kegelapan malam.... ihiiy.... Asik banget! rasanya kaya lihat bintang di daratan. Udara di Puncak yang dingin pastinya membuat tentram kepala dan hati... adem cyiin! Oo iya ngomong-ngomong soal adem, mamak agak kaget pas masuk ke kamar hotel ini karena di kamarnya gak ada AC nya mak! Yang pertama terlintas dipikiran mamak adalah ini hotel banyak 'cuan' nya donk karena gak pake AC! hahahaha.... maklumin aja yah pikiran Mentreri Keuangan Rumah Tangga emang gitu.

Setelah diresapi beberapa lama di kamar hotel ternyata memang dingin udaranya sodara-sodara!! tanpa AC pula bener-bener udara segaaaar....Gak pake AC aja mamak udah kruntelan selimut apalagi kalo pake AC... yayaya kini mamak mengerti pikiran bagian Perencanaan Pembangunan Hotel. Lokasi Hotel ini juga dekat ke Taman Safari Indonesia. Jarak dari hotel ke Taman Safari sekitar kurleb 2,8 Km. Btw sebelum nginep di hotel ini mamak dan keluarga juga habis ke Taman Safari. Jadi kalo yang lagi berlibur ke Taman Safari, Hotel Seruni bisa jadi destinasi selanjutnya, buat menginap dan menikmati Puncak. Lanjuuut lagi liburannya di Hotel Seruni...
 
Melihat hotel yang luaas  mamak dan nak-anak mulai merancang kegiatan apa saja yang akan kita lakukan selama di hotel. Ini adalah kebiasan yang spontan terucap ketika sampai di hotel manapun kita berada. Jadwal yang biasa didengungkan adalah "besok kita bangun pagi, keliling hotel, berenang, mandi, terus baru makan" Okesip. Guess what?? seringnya mager buat jalan pagi dan keliling hotel... yasalaammm... apalagi di tambah udara yang dingin yakaaan #tepokjidat #lanjutkruntelan.

Kita menginap ketika weekend dan di hotel ada pertunjukannya setiap weekend nya. Alhamdulillah kita menginap di Seruni II, dapet kamar di lantai 2, pas dibawah balkon kita adalah panggung pertunjukan. Jadi liat pertunjukan Tarian Nusantara cukup dari balkon kamar saja... Masya Allah...
Hotel Seruni ini ada 3 bangunan hotel yaitu :
  1. Seruni I, namanya Seruni Gunung Pangrango, harga Rp 700.000 per malam
  2. Seruni II, namanya Seruni Gunung Gede, harga Rp 700.000 per malam
  3. Seruni III, namanya Seruni Gunung Salak, harga Rp 800.000 per malam
Menurut mamak yang berbeda dari 3 gedung Seruni itu adalah luas kamarnya, Seruni III paling luas kamarnya. Untuk view lebih enak di Seruni II plus ada panggung pertunjukan juga. Nuansa yang disajikan Seruni adalah Bali klasik. Tips mamak kalo mau menginap di hotel jangan lupa tanya view yang bisa dilihat dari kamar kita. Agak kurang nikmat kalo view nya kamar orang lain atau pekarangan hotel saja. Mumpung di Seruni yang punya view ciamik, kita bisa  tanya dan request pada saat booking atau check in.

Malam harinya kita bisa nikmati di hotel saja kok. Selain liat pertunjukan tarian, mamak JJM alias Jalan-jalan Malam. Pas di depan gedung Seruni II ada air mancur warna-warni. Berkeliling hotel juga sudah bikin gempor kok, mulai dari Seruni I sampai Seruni III. Setelah Hayati lelah barulah ke kamar buat istirahat. Enjoy the room!




Setelah subuh yang dingin, pagi hari menjelang dengan udara Puncak yang masih dingin pengennya kruntelan lagi menikmati pagi dibawah selimut, paling cuma bisa sampe jam 7 pagi (padahal mau lanjut paling gak sampai jam 9...hahaha) karena nak-anak gak sabar ingin berenang. Kolam renang di Seruni gak hanya 1 loh... rencananya kita mau cobain kolam renang di setiap gedung tapi lagi-lagi cuma sebatas rencana. Menikmati 1 kolam renang aja udah cukup menguras waktu plus  males berenang juga karena airnya itu loh kaya diisi sama air kulkas... bbrrrrrr.... dingiiiiin. Tapi harap tenaaang... karena di Seruni II ada kolam jacuzzi nya jadi selamat bagi anda yang males kena air dingin di udara dingin.

View dari Jacuzzi di Seruni II. Disebelahnya ada kolam renang.



Penampakan Jacuzzi nya minimalis tapi bener-bener hangat.



Sisa pertunjukan tari semalam.


Sekarang kalo ditanya lagi mau gak nginep di Seruni (lagi) ?? Jawabannya masih sama... maauuu. Banyak tempat yang belum mamak explore seperti playground, kolam renang, jogging track, makanannya, view nya juga.... aaah bakal ngangenin ini... yang mau nginap di Seruni bisa liat-liat dulu di webnya http://serunihotel.com/id/. Dulu mamak booking nya juga melalui nomer telepon yang tertera di web tersebut. 

Semoga tulisan mamak bisa jadi referensi buat liburan kamu di Puncak ya. Happy holiday and have a great holiday!!!

Wassalam
Mak Mul

Review Kotak Makan Omiebox

Halooo makemak semuanya.....!!!
Kali ini mamak mau ngereview lunch box nih,  namanya "Omiebox" yang ulalaa banget... hehe... kok ulala sih?! nanti mamak jelasin... Kenapa mamak ngereview ini? karena mamak seneng ngebekel buat nak-anak/bapake.... Cus kita kembali ke leptop yaa... tadi mamak singgung Omiebox ulala... kenapa ulala karena seperti penjabaran mamak dibawah ini nih :
  • Warna-warni Omiebox mengalihkan duniaku... hehe... warnanya itu loh seger-seger, eye catching banget mak!... silau-silau mendebarkan pengen diadopsi.
  • Ada sekat-sekatnya untuk memisahkan makanan supaya gak tercampur, jadi bisa bawa nasi lauk-pauk, sayur, dan buah dalam 1 kotak bekal, ada seal siliconenya juga untuk mengamankan makanan biar gak tumpah ke luar/bocor, alias rapet, tapi juga bisa dilepas biar gampang dicuci bersih.
  • Nah yang fenominil dari Omiebox ini yaitu ada termosnya mak! nama kerennya insulated jar  jadi bisa menjaga makanan agar tetap hangat ataupun dingin antara 5-6 jam... cihuy banget kan! apalagi mamak suka bekelin makanan berkuah buat nak-anak jadi cocok banget kan. Mamak jadi bisa kreasi bawa sop, capcay, semur, rawon, soto, ataupun yang dingin-dingin sop buah, es campur, puding... oke skip jangan diteruskan penjabaran soal makanan ini... khayalan mamak membuat perut kerocongan... lafaaaaar.........btw si termos itu bisa dilepas juga kalo gak mau dipergunain... jadi space si termos bisa diganti makanan lain.
  • Ada yang fenominil lagi nih dari Omiebox yaitu harganya.... harga Omiebox bisa buat beli printer mak... wkwkwk #tepokjidat kan... harganya saat ini, di bulan November 2018 adalah Rp. 645.000,-.... gimana mak? bener kan ulala 
Jadi ceritanya setelah mamak mupeng Omibox selama beberapa purnama, akhirnya mamak bisa juga memiliki Omiebox... ciee-ciee... saat ini mamak punya 2 Omiebox... ciee-ciee... bukan berniat sombong karena mamak juga dapetin Omiebox gegara ikutan arisan Omiebox yang diadain sama paguyuban mamak-mamak doyan ngebekel... hahaha... alhamdulillah kan... Makasih makemak arisanku!!! Makemak yang doyan ngebekelin anak/suami, namanya makemak PGA alias Pengabdi Give Away, yang mana selain ngebekel, bekelnya suka kita ikutin kompetisi berhadiah... wkwkwk...






Foto: dokumen pribadi http://www.instagram.com/mulyani_rendhasari

Setelah Omie dipergunakan, ternyata ada kekurangannya juga nih... si lunch box Omie ini agak berat dari kotak makan biasanya... jadi kalo anak TK yang bawa suka keberatan... kesian... terus juga tutup insulate jarnya atau termosnya susah dibuka bagi anak kecil... perlu bantuan orang dewasa untuk ngebukanya... jadi menurut mamak lebih cocok untuk anak SD sih atau buat ngebekelin orang dewasa, atau suami, atau ngebekel kita sendiri.

Semoga bisa jadi bahan pertimbangan mamak-mamak sekalian untuk menambah koleksi kotak bekelnya ya...see yaa!

Jangan lupa "me time" dan senyum mak

Wassalam,
Mak Mul

SD Islam Ibnu Hajar

Halo semangat pagi!!!
Assalamualaikum mamak-mamak kece, pinter masak, solehah, working mom, mom stay at home, menyusui, hamil muda, single fighter, macan, dan mamak-mamak lainnya.....hehehe....

Mak Mul mau sedikit cerita nih...
Waktu itu tiba saatnya mamak dan suami memutuskan pindah ke Bogor. Whats pindah! kebayang kan pindahan itu kek mana repotnya..hemm... Sebetulnya Bogor bukan kota yang asing lagi bagi kita. Malahan kota tempat kita bertemu...ciee..cieee...huehuehue... Tapi beda dulu beda sekarang, PR kita sekarang adalah kita sudah punya 2 followers usia sekolah... yang mana kakaknya harus pindah ke kelas 2 SD dan si adik masuk TK A.
Beberapa bulan ketika pindahan masih sebatas wacana, mamak sudah inisiatif googling sekolahan buat 2 anak wedok supaya dapet sekolah yang baik (baik secara kurikulum, akhlak, kodisi, lingkungan, finansial, aah banyak deh...hehe..). Perlu waktu beberapa purnama buat mengecek sekolah-sekolah yang sudah di-list, malah sempet bolak-balik nelponin ke sekolahan yang sama untuk make sure bahwa ini adalah sekolah yang tepat. Mamak-mamak pada begitu gak sih?! cari sekolah kaya cari jodoh ya mak.
Sampailah pencarian mamak berhenti di SD Islam Ibnu Hajar (SIIHA). Beberapa alasan mamak mau masukin anak untuk sekolah disini yaitu: 
  • Sekolah Islam, karena mamak ingin anak-anak sedari kecil mulai mengenal Tuhan, pelajaran akhlak yang baik, bisa sholat, mengaji, apalan surat Al-Quran dengan baik.
  • Termasuk Jaringan Sekolah Alam, mamak memang ingin memasukkan anak-anak kedalam sekolah alam yang mana kurikulum sekolah alam tidak seketat sekolah umumnya. Sekolah Alam juga mengajarkan kita untuk tetap down to earth, tidak materialisme, lebih natural, belajar dan bercengkrama dari alam, pokoknya lebih mesra dan bersyukur sama ciptaan Nya gitu.
  • Mamak ingin menanamkan rasa senang sekolah ke anak-anak. Ini yang prioritas sih, karena jika anak sudah merasa enjoy/senang sekolah maka pelajaran/ilmu yang dia dapet akan lebih mengasyikkan dan otak akan menyimpan kenangan indah ini dalam jangka waktu yang lama (Long Term Memory).
Mamak tinggal di Saharjo, kec Tebet di Jakarta selatan. Tiba saatnya survey lokasi ke Bogor, mamak menginap di rumah teman (rasa sodara) di Bogor, namanya tante Bena. Besok paginya kita survey sekolah bareng-bareng ditemenin sama tante Bena  n keluarga. Thanks Conk!! (panggilan sayang mamak semasa kuliah sampe sekarang..wkwkwk). Pas kami sampai di SIHAA, sekolahnya sepi karena hari Sabtu anak-anak sekolah libur, tapi malah enak kan buat liat-liat sekelilingnya. Biar lebih menghayati dan memahami.
Berikut keadaan lingkungan sekolah :

 Ruang kelas




Lapangan bermain





Asik kan. Ruang gerak anak bisa leluasa dan ruang kelasnya lucu! dari bilik bambu sesuai dengan tema alamnya. Setiap bangunan kelas bilik bambu ada 2 lantai, diisi oleh kelas yang berbeda, misal kelas bawah 1A, kelas atas 1B. Di dalam kelas anak-anak akan belajar dengan lesehan dan meja, ada juga loker untuk menyimpan keperluan belajar si anak. Tapi ternyata apa sodara-sodara!!, justru soal kelas jadi masalah buat anak mamak. Dia berpikir bahwa ruang kelasnya jelek, karena tidak sesuai dengan bayangan kelas di benak dia, yang mana kelas itu harus bertembok, ada AC, lantai keramik, sedap di mata, bersih dan necis (seperti sekolahnya terdahulu). Jadi kesimpulannya dia gak mau sekolah di situ. Hemm... perlu waktu buat ngeyakinin si anak SD rupanya. Sambil makan di tempat makan fast food, ngobrol santai, dan sambil sedikit-sedikit menggeser sudut pandangnya... sambil mamak iming-imingi kalo sekolah di sekolah alam kita bisa puas main lari-lari, menanam tanaman, dekat dengan hewan-hewan, bisa main air, latihan flying fox, naik turun bukit (sekolah ini tanahnya berkontur), dan kegiatan-kegiatan mengasikkan laiinya...
Akhirnya setelah beberapa minggu dibukakan sudut pandang baru, si anak SD tergiur juga mau sekolah disitu....hehehe... berhasil..berhasil..hore!

Playground (tante Bena dan mamanya dan anak wedok mamak )


                                                    
Pohon Jati di pekarangan sekolah (ini waktu kunjungan ke-3 pas acara Open House)



Suasana di ruang kelas (pertama kali belajar/tahun ajaran baru sekolah ini)

                                            
                                                      
Saung Kebon Jati


Sekarang pas mamak nulis sudah 4 bulan si anak wedok sekolah di Ibnu Hajar. Tanggapan dia setelah beberapa purnama ini :
  •  Merasa senang belajar di sekolah berbasis alam ini
  •  Merasa  tidak masalah kalo mamak lama jemputnya 
  •  Merasa senang sama guru-gurunya, ini berhasil mamak kulik cari tau ketika dia suka ngomong enakan diajarin sama bu guru daripada mamaknya....hahaha... kalo diajarin mamak pake acara  pembesaran pupil mata segala...alias melotot...hahaha....
  • Enjoy dengan kegiatan-kegiatan di sekolah
  • Afalan suratnya enakeun seperti lagi nyanyi aja (pake metode UMMI)                                                                                         
Masya Allah...melihat anak wedok senang dengan sekolahnya membuat mamak ikut merasa senang juga... alhamdulillah! karena tujuan baik mamak menyekolahkan anak wedok mulai terlihat... ada satu hal yang berkesan bagi mamak tentang sanksi atau hukuman kepada siswa-siswinya ketika mereka tidak tertib atau melanggar aturan...sanksinya mereka disuruh menulis sambung membuat kalimat, atau membuat janji baik, bisa 10 kalimat, 50 kalimat bahkan sampe 100 kalimat! yaa... kalo mereka tidak tepat waktu ngumpulin tugas sanksi itu, akan ditambah lagi sanksinya. Tetiba pikiran mamak melayang ke Harry Potter yang dapet hukuman dari gurunya Dolores Umbridge nulis pake pena khusus...jadi setiap Harry nulis kalimat di kertas perkamen, secara sihir akan tertulis ditangannya dan meninggalkan bekas yang sakit di tangan...perih jendral!....hahaha... tapi yang SIIHA hukumannya gak kaya Harry Potter kok...tenang ya mak dan nak-anak soleeh/soleha.
Siapa yang mau anaknya senang sekolah kaya anak mamak? ayoo cung...  
SIIHA bisa langsung dimasukin daftar list "sekolah incaran" mamak-mamak nih... 
Berikut alamat medsosnya :
  • Web di https://sekolahislamibnuhajar.sch.id/ , 
  • IG https://www.instagram.com/sekolah_islam_ibnu_hajar/ ,
  • FB https://www.facebook.com/SekolahIslamIbnuHajarKotaBogor/
Kalo mamak-mamak pada berminat di sekolah ini, pendaftaran siswa baru sudah dibuka dari bulan Oktober mak... kalo emang udah niat banget mending langsung gercep daftar di bulan Oktober pada Gelombang 1 karena kuotanya terbatas dan biasanya di gelombang awal, biaya pendaftara lebih murah.... hehehe (alasan utama terselubung). 
Oke mak cukup sekian dulu ulasan tentang SIIHA, semoga kita termasuk orang-orang yang berpikir dan mendapat keberkahan dari Nya...aamiin yaa robbal alamin.

Wassalam,
Mak Mul

Sekolah Alam, Sekolah Inklusi, dan Cara Pandang Anak

Semangat Pagi Dunia!!!
Alhamdulillah euforia pagi hari selalu membuat mamak semangat, tertantang, uring-uringan, dan ecxited. Seneng banget akhirnya mamak bisa nulis di blog... Btw ini tulisan pertama mamak semoga enak buat dibaca *makanan kali ahh enak...semoga juga bisa menginspirasi parents.

Anak mamak, Chery, baru 3 bulan ini masuk ke salah satu Sekolah Alam di Bogor, yang mana termasuk Sekolah Inklusi juga, yaitu sekolah yang menyertakan semua anak, termasuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam proses pembelajaran yang sama (sumber: http://pklk.kemdikbud.go.id/mobile/artikel/detail/21/sekolah-inklusi-tempat-belajar-anak-berkebutuhan-khusus). Chery dan Anak-anak Berkebutuhan Khusus berada pada ruang lingkup yang sama, tempat bermain yang sama, kelas yang sama, tetapi ada hal yang membedakannya yaitu biasanya Anak-anak Berkebutuhan Khusus ditemani oleh Guru Pendamping lagi selain guru yang mengajar di kelas. Tetapi jika Anak-anak Berkebutuhan Khusus dirasa sudah bisa mandiri, mereka tidak lagi didampingi oleh Guru Pendamping.

Pernah Chery cerita ke mamak kenapa si R dan A (temen sekelasnya) selalu ditemenin guru. Dulu mamak gak 'ngeh' maksud si anak wedok (sebutan ke Chery), karena mamak gak tau persoalan Guru Pendamping ini. Sampai suatu ketika mamak lagi cerita tentang Yk yang juga Anak Berkebutuhan Khusus. Yk ini adalah teman Danica (adiknya Chery). Mamak cerita kalau Yk termasuk anak hyperactive dan bakat indigo, yang punya kebiasaan memukul-mukul kepalanya sendiri jika senang/sedih. Chery bilang kalau temannya R juga suka memencet-mencet tangan Chery atau pipi dengan telunjuknya. Dari situ mamak langsung mikir kalau R mungkin juga Anak Berkebutuhan Khusus.

Mamak kasih wejangan ke Chery jika temannya R berbuat seperti itu lagi, Chery gak usah khawatir ataupun resah dan gelisah *eeaa😅 ataupun bales ke R, mamak menjelaskan karena R sama seperti Yk adalah anak yang lebih aktif jadi Chery harus bisa paham dan tetap berteman dengan R seperti biasa. Dia pun menggut-manggut.

Suatu ketika Chery mamak ajak ke acara sekolah Danica. Dan hal pertama yang ditanyakan Chery yaitu mana yang namanya Yk?
Sementara saya fokus ke acara Danica, Chery katanya mau main sama Yk.........

Keesokkan harinya mama Yk cerita ke saya kalau kemaren ngobrol dengan kakaknya Danica (Chery). Mama Yk bilang kalau Chery ngomongnya kaya 'orang gede'. Chery promosi Sekolah Alamnya kalau disana banyak anak seperti Yk yang aktif. Anak yang aktif akan ditemani oleh Guru Pendamping, lama-lama bisa pintar loh (Chery nguping obrolan saya waktu sama ayahnya dan menyerap omongan plek ketiplek). Pesan moral : hati-hati kalau kita sedang ngobrol dan ada anak kecil (yang padahal gak diajak ngobrol), anak kecil bisa menyerap perkataan kita macam kanebo. Omongan anak ke orang lain harus dipantau atau di kroscek ya mak. Hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman dengan bahasa yang dipergunakan nak-anak. Saya sempat kroscek ke mama Yk dan Chery, ternyata memang benar meraka ngobrol. Untungnya Chery bisa menempatkan diri dengan baik. Chery mengajak main Yk di taman bermain anak-anak yang berada di luar gedung sekolah, sambil ngobrol dengan mama Yk. Sementara saya di dalam sekolah.

Dengar tanggapan mama Yk tentang Chery, ada senyuman di hati mamak yang menandakan mamak bahagia karena anak mamak telah paham berempati dengan seseorang, tau cara menempatkan diri, dan dia mau mengajak main anak-anak spesial dengan cara yang santun. 

Chery belajar dari sekolahnya, melihat, bersosial, dan mengalaminya sendiri sehari-hari. Tentunya dengan arahan dan bimbingan guru dan orangtua yang senantiasa didengungkan di rumah. Terus menyisipkan bahwa Anak-anak Berkebutuhan Khusus adalah sama seperti yang lain, jangan dihindari, jangan dibully, yang diperlukan adalah rangkulan kita yang mau berteman dengan mereka.

Yuk mak terus belajar dari lingkungan, anak mengajari banyak hal, jangan lupa parents harus mengarahkan ke arah yang baik...
Terus belajar, berempati dengan sesama, dan stop bullying 😘😘!!!